Seperti kalanya matahari terbit
di pagi hari menandakan datangnya pagi yang cerah
Seperti kalanya bulan dan bintang
berpendar menghiasi langit malam yang hitam pekat
Seperti kalanya bunga-bunga bermekaran
di musim semi dan jatuh tak bernyawa di musim gugur
Seperti kalanya 4 musim terus berganti
dan berputar tanpa henti sepanjang tahun
Seperti itulah perjalanan hidupmu,
Pengabdianmu selalu serupa, tak pernah
pudar oleh waktu.
Waktu terus berputar. Tok...tok...tok...
Setiap jam, setiap menit dan setiap detiknya berlalu dengan sangat cepat. Entah
berapa banyak ujian dan pembelajaran kehidupan yang telah kita hadapi bersama,
sampai-sampai banyak orang yang telah mengenal kita dengan baik selalu mengatakan
karakteristik kita berdua yang begitu serupa. Tak ada perbedaan sedikitpun.
Kita berpikir dengan cara yang sama. Tingkah laku kita cenderung senada. Tanpa komunikasi
yang berbelit, kita dapat membaca pikiran masing-masing bahkan seringkali kita mengetahui
apa yang diinginkan oleh masing-masing tanpa bertanya.
Kehidupan dengan segala warnanya terus
berjalan. Kadang kebahagiaan datang menghampiri, kadang badai kehidupan pun tak
pernah absen menyapa. Tapi rupanya keserupaan karakteristik kita pun tak mampu untuk
menyelami perasaan terdalam kami masing-masing. Banyak kali perkataanku melukai
perasaanmu, banyak kali keegoisanmu yang menurutmu demi kebaikanku itu membuatku
lumpuh tak berdaya atau pun aku yang tak menghargai hasil jerih payahmu yang
begitu kaubanggakan. Berapa kali aku berusaha menanamkan kebencian pada otakku ini
tapi pada kenyataannya aku terpaksa menerima kekalahanku dengan kembali lagi padamu
karena hanyalah kau yang ada untukku. Oleh karenanya... maafkanlah setiap kata
yang terucap dari bibirku yang tanpa sengaja melukai hatimu. Maafkanlah jika aku
hanya datang di saat kesedihan menderaku dan ku tak pernah ada di saat kesedihan
menghampirimu. Maafkanlah jika kau selalu menjadi tamu tak diundang di
saat-saat kegembiraan mendekatiku. Rasa bersalahku selama ini... tak akan mampu
kulukiskan dengan kata-kata. Kupercaya kau akan selalu memberikan maaf itu walau
tanpa permintaan sekalipun.
Kenyataan di atas membuatku tersadar
100% bila sepanjang aku hidup, aku tak mengenal pahlawan lain selain kau, ibuku.
Ibuku bukan hanya orang yang telah melahirkan, membesarkan, memberikan sandang,
pangan, papan, pendidikan dan ilmu pengetahuan semata tapi merupakan diary/buku
harian berjalan yang merangkum pahit manisnya kehidupanku mulai dari aku baru dilahirkan
sampai aku dewasa seperti sekarang ini. Ibuku adalah orang yang selalu percaya 100%
dengan apa yang kulakukan tanpa pernah bertanya mengapa aku melakukan sesuatu hal.
Ibuku adalah orang yang selalu mendukung setiap langkahku dari belakang walau aku
tak pernah memintanya. Ketika aku mengalami kekerasan di rumah karena keributan
dari pihak keluarga besar ayahku, ibuku yang melindungi aku dan kakakku dari amukan
kekerasan yang dialamatkan kepada kami. Ibuku adalah orang yang dapat melakukan
banyak peran di samping perannya sebagai ibu rumah tangga. Seringkali ibuku berperan
sebagai pria di rumah ketika ayahku sedang pergi bekerja. Ibuku yang
memperbaiki pagar, meng-aquaproof atap rumah yang bocor, men-tune up dan mengganti
oli mobil ke bengkel, memasang paku ke dinding dengan bor, mengganti bohlam lampu
dengan tangga dan berbagai pekerjaan lainnya yang umumnya dikerjakan oleh seorang
pria. Ajarannya mengenai pentingnya berkarier bagi seorang wanita sampai dengan
usahanya memberikan pelatihan kepada karyawannya agar memiliki penghasilan tambahan
sangat menginspirasi diriku untuk menjadi wanita mandiri yang tak pernah menggantungkan
hidupku pada belas kasihan orang lain. Kutahu dengan pasti, banyak kali pula
usaha dan uang tabungan ibuku ditipu oleh orang lain tapi prinsip hidupnya tentang
berbagi tak pernah luntur dari dirinya. Di mataku, sosok ibuku memang membanggakan,
sosok keibuan, pekerja keras, tidak manja, mandiri, murah hati dan bertanggung jawab.
Beliau bukan hanya telah melahirkanku, mengajarkanku, membimbingku,
menasihatiku saja tetapi selalu menyadarkanku ketika aku berusaha menipu diriku
sendiri dengan segala alasan yang kureka guna mempercantik kenyataan yang semu.
Setiap malam ketika mimpi belumlah
dating menyapa, kuselalu berterima kasih pada Tuhan karena nasibku yang begitu baik
hingga kudapat hidup dengan salah satu wanita yang begitu hebat. Setiap langkah
dan perbuatanmu sangat menginspirasi hidupku untuk menjadi menjadi lebih baik,
lebih kuat dan selalu bangkit dari beribu-ribu kegagalan yang menghantam. Kaulah
alasan no. 1 mengapa aku ingin selalu hidup di dunia ini. Tanpa bisa kusangkal aku
merindukan segalanya tentangmu.
Kurindu kau ketika kau mentertawai
tingkah bodohku
Kurindu kau ketika menatapku dengan
senyuman
Kurindu kau ketika memelukku dengan
hangat
Kurindu kau ketika membuatkanku masakan
yang begitu lezat
Kurindu kau berteriak dengan lantang
menyebut namaku dan terus saja menasihatiku
Tidak ada kata-kata dan bahasa manapun
yang mampu menggambarkan perasaan cinta terdalam yang kumiliki. Tidak ada satu warna
pun yang mampu melukiskan indahnya perasaan hati ini. Tidak ada sedikitpun penyangkalan
bila kau adalah pahlawan dalam hidupku yang selalu melindungiku di manapun dan kapanpun.
Di setiap detak jantungku, aku akan mencintaimu lebih daripada hari ini dan cintaku
padamu esok hari akan selalu lebih besar daripada hari sebelumnya. Love You,
Mom.
Indahnya matamu
Senyummu yang memikat
Genggaman tanganmu yang erat
Pelukanmu yang menenangkan
Kurindukan itu semua
Dan akan selalu terukir di dalam hatiku.
Untuk membalas besarnya kasih
sayang ibuku, malaikat tanpa sayap yang selalu mencintaiku, hanyalah beberapa hal
sederhana yang bisa kulakukan untuknya, yaitu doa, menemani, menghibur, merawat
dan memberikan sebuah hadiah kecil untuk menunjukkan rasa terima kasih dan baktiku
padanya. Dari sekian banyak pilihan hadiah, seperti peralatan masak, fashion,
beauty health, perlengkapan tidur, barang-barang elektronik, aku lebih memilih memberikan
ibuku voucher Mokado Restoran dari Elevania. Selain banyak promo potongan harga
yang membuat dompet tetap tebal dan banyak varian menu yang bisa dipilih,
voucher Mokado Restoran ini pun sangat praktis dalam memberikan kejutan untuk
orang terkasih karena hadiah dikirim secara mobile sehingga ibuku memiliki keleluasaan
dalam memilih waktu, tempat dan siapa yang akan diajaknya untuk menikmati
voucher Mokado Restoran tersebut. Rasanya aku akan membelikan voucher Mokado Restoran
untuk 10 – 15 orang agar ibuku bisa merayakan hadiah ini bersama ayahku dan teman-temannya,
sambil reunian, pasti seru bukan ?! Contoh voucher Mokado Restoran yang akan kuberikan adalah voucher Mokado seperti di bawah ini, selain karena ibuku sangat menyukai chinnese food, juga promonya gila banget, potongan harganya 50% :
Oh ya, kemudahan penggunaan voucher Mokado Restoran
ini sejalan dengan kemudahan pembelian dan pembayarannya karena pilihan pembayarannya
sangat lengkap, bisa melalui melalui ATM, internet banking, Indomaret dan masih
banyak lagi cara pembayaran yang bisa dipilih. Jadi tidak ada kata ribet ketika
belanja voucher Mokado di Elevania.
Hanya di Elevania, kita bisa belanja cerdas, hemat dan mudah.




