Minggu, 26 Maret 2017

Cyberhome, Partner Belajar Yang Mudah Dan Nyaman





Entah sudah berapa tahun berlalu ketika aku membaca dengan seksama setiap kalimat demi kalimat yang menghiasi halaman muka sebuah surat kabar terbitan ibukota dengan perasaan prihatin dan ada rasa takut bila hal serupa terjadi dalam hidupku. Ya, aku takut menjadi korban bully seperti mereka yang menjadi sasaran empuk dari kekerasan yang dilakukan oleh teman-temannya sendiri, baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan sosial lainnya. Siapa sih yang tidak menginginkan memiliki banyak teman dan lingkungan pergaulan yang luas, di mana kita dapat dengan bebas tertawa dan mengekspresikan diri ? Memiliki status sebagai ‘anak gaul’ memang merupakan dambaan dan suatu anugerah yang luar biasa dari Tuhan Yang Mahaesa. Tapi tentu saja, di zaman sekarang ini, zaman di mana dimensi ruang dan waktu tidak lagi menjadi hambatan dalam aktivitas manusia,  seorang anak ‘kuper (kurang pergaulan)’ yang seringkali  identik dengan objek kelakar dari teman-temannya pun memiliki kesempatan dalam mengekspresikan kekuatan yang dimilikinya, yaitu lewat internet dan jejaring. Dengan berbekal internet, semuanya berada dalam genggaman tangan, memungkinkan siapa saja dapat mengakses informasi seluas-luasnya sebagai penunjang produktivitas kerja dan efisiensi waktu.

Internet sekarang ini tidak lagi dipandang sebagai makluk asing tapi sudah menjelma menjadi sebuah kebutuhan primer yang posisinya tak dapat digantikan, bahkan banyak sekali orang yang menjadikan internet sebagai aktivitas wajib, baik untuk berkomunikasi, sarana belajar dan mencari ilmu pengetahuan, memperluas jaringan (social media), kegiatan bertransaksi online dalam menjual produk dan jasa serta memberikan pelayanan kepada konsumen. Mungkin aku bukanlah anak yang masih menempuh pendidikan di jenjang SD, SMP, SMA bahkan di bangku kuliah, tapi aku banyak sekali mendapatkan ilmu dan pembelajaran hidup yang tak mungkin bisa kudapatkan bila aku tidak bersentuhan dengan internet. Semula aku hanyalah seorang gadis sederhana yang mencoba untuk lebih peduli terhadap penampilan. Banyak pelajaran mengenai detail model rambut, busana, sepatu, aksesoris yang kudapatkan sampai dengan tren teknik perawatan kulit yang membuatku menjelma menjadi gadis yang modis dan keren tapi memang mungkin nasibku yang kurang beruntung sehingga alergi mulai menjelajahi setiap jengkal tubuhku dan bentol-bentol alias kaligata (urtikaria) datang silih berganti sebagai tamu tak diundang menyemai rasa panas dan gatal tak terhingga tanpa pernah kuketahui akar penyebabnya secara jelas, apakah karena makanan, udara dingin ataupun hal lainnya. Langkah pertama yang kulakukan adalah dengan berkonsultasi ke dokter. Bolak-balik ke dokter kulakukan sebanyak tiga kali, berbagai resep obat yang membuatku mengantuk pun kuminum dengan penuh ketaatan, makanan yang berbau amis (seperti : udang, ikan, telur) tak pernah lagi kusentuh tapi tetap saja kaligata ini tak mau pergi dari hidupku sehingga kuputuskan untuk mencoba pengobatan secara tradisional yang kuperoleh dari teman-teman sepermainan yang dilakukan bersamaan dengan pengobatan dari dokter.Kucoba minum air kelapa muda hijau 3 kali/hari, minum campuran ramuan temulawak dengan madu, pemijatan dengan minyak kelapa untuk melancarkan sirkulasi darah, menggosokkan irisan bawang merah ataupun gel dari lidah buaya ke area yang terkena kaligata sampai dengan mandi dengan air rebusan daun randu. Kira-kira 6 bulan lamanya aku bergulat dengan kaligata ini dan rasa putus asa mulai menggerogotiku, bingung mengenai cara untuk mengatasinya, sampai suatu saat kutuangkan segala keluh kesahku di media sosial. Sungguh aku tak pernah menyangka bila curhatanku ini mendapat banyak sekali respon dari teman-teman media sosial yang notabene sebagian besar tak kukenal sama sekali. Mereka banyak sekali memberikan referensi, pembelajaran, masukan yang benar-benar membantuku untuk bisa lekas keluar dari kegalauan hatiku ini. Dari hasil bertukar pikiran dengan mereka yang pernah mengalami hal yang serupa denganku, referensi ilmu dari berbagai sumber, baik yang kucari sendiri maupun dari teman-teman media sosial, kuputuskan untuk mencoba berbagai ramuan tradisional dan salah satunya yang paling manjur untukku adalah ramuan yang satu ini :   

Bahan:
Kulit batang pule..................... 3 jari tangan
Temulawak sebesar telur itik... 1 biji
Kunyit sebesar telur ayam....... 1 biji

Cara meramu:
Cuci bersih semua bahan, iris tipis temulawak dan kunyit.Rebus bahan dalam 4 gelas air hingga tersisa 3 gelas.

Aturan pakai:
Minum ramuan obat tradisional dengan dosis dewasa 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.Minum ramuan sesudah makan.

Ramuan mujarab ini kuminum secara teratur selama 4 minggu dan hasilnya sungguh menggembirakan, yaitu sudah lebih dari 1.5 tahun ini, kaligata tidak pernah menyapaku lagi.



Kisah hidup yang kualami ini mungkin hanyalah sepenggal dari banyak kisah nyata yang mendapatkan manfaat dari adanya internet. Hal ini sekaligus memberikan gambaran bahwa selain memberikan kemudahan mendapatkan berbagai informasi secara lengkap, cepat, luas dan bervariasi dari berbagai sumber di dunia, internet pun memungkinkan setiap penggunanya untuk berinteraksi dengan banyak orang, berdiskusi dan membahas suatu hal. Dengan kata lain, internet telah menjelma menjadi media untuk belajar, mencari ilmu dan bukanlah mustahil bila seseorang menjadi pakar dalam suatu bidang tertentu karena ditunjang dengan adanya internet. Ditambah lagi dengan gaya hidup masyarakat modern yang selalu menuntut serba cepat, serba instan, berbasis online, maka kebutuhan akan hunian yang memungkinkan penghuninya memperoleh akses internet maksimal guna mendukung proses belajar dan haus akan informasi atau biasa disebut Cyberhome, merupakan suatu hal yang sangat mendesak. 




Dengan hunian Cyberhome, seperti hunian rumah minimalis di Tamansari Residence dengan jaringan Internet 100 Mbps - 10 Gbps yang berlokasi di Bogor dan ditawarkan oleh Cyber Media Center (CMC),banyak penghematan yang dapat dilakukan, baik penghematan dari segi biaya maupun waktu.Sebut saja, hemat uang yang harus dikeluarkan untuk membeli surat kabar, majalah ataupun buku sebagai media informasi,hemat uang photo copy karena bisa mengulang-ulang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, hemat uang transportasi karena cukup duduk manis di rumah, tepatnya di depan layar laptop, smartphone atau komputer untuk mendapatkan informasi ter-update, hemat biaya tenaga pengajar privat karena dapat berdiskusi dengan teman di dunia mayadan yang paling penting adalah jauh dari stress akibat kemacetan lalu lintas. Bila dengan memiliki fasilitas internet saja banyak sekali keuntungan yang diperoleh, apalagi bila kita bermukim di hunian Cyberhome, pastinya banyak sekali kemudahan dan kenyamanan yang dapat dimanfaatkan sebagai media belajar dalam mendukung proses mencari ilmu dan informasi untuk terus mengembangkan diri ke arah yang lebih baik. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar