Entah sudah berapa tahun berlalu ketika aku membaca dengan seksama setiap kalimat demi kalimat yang menghiasi halaman muka sebuah surat kabar terbitan ibukota dengan perasaan prihatin dan ada rasa takut bila hal serupa terjadi dalam hidupku. Ya, aku takut menjadi korban bully seperti mereka yang menjadi sasaran empuk dari kekerasan yang dilakukan oleh teman-temannya sendiri, baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan sosial lainnya. Siapa sih yang tidak menginginkan memiliki banyak teman dan lingkungan pergaulan yang luas, di mana kita dapat dengan bebas tertawa dan mengekspresikan diri ? Memiliki status sebagai ‘anak gaul’ memang merupakan dambaan dan suatu anugerah yang luar biasa dari Tuhan Yang Mahaesa. Tapi tentu saja, di zaman sekarang ini, zaman di mana dimensi ruang dan waktu tidak lagi menjadi hambatan dalam aktivitas manusia, seorang anak ‘kuper (kurang pergaulan)’ yang seringkali identik dengan objek kelakar dari teman-temannya pun memiliki kesempatan dalam mengekspresikan kekuatan yang dimilikinya, yaitu lewat internet dan jejaring. Dengan berbekal internet, semuanya berada dalam genggaman tangan, memungkinkan siapa saja dapat mengakses informasi seluas-luasnya sebagai penunjang produktivitas kerja dan efisiensi waktu.
Internet sekarang ini tidak
lagi dipandang sebagai makluk asing tapi sudah menjelma menjadi sebuah
kebutuhan primer yang posisinya tak dapat digantikan, bahkan banyak sekali
orang yang menjadikan internet sebagai aktivitas wajib, baik untuk
berkomunikasi, sarana belajar dan mencari ilmu pengetahuan, memperluas jaringan
(social media), kegiatan bertransaksi online dalam menjual produk dan jasa
serta memberikan pelayanan kepada konsumen. Mungkin aku bukanlah anak yang
masih menempuh pendidikan di jenjang SD, SMP, SMA bahkan di bangku kuliah, tapi
aku banyak sekali mendapatkan ilmu dan pembelajaran hidup yang tak mungkin bisa
kudapatkan bila aku tidak bersentuhan dengan internet. Semula aku hanyalah
seorang gadis sederhana yang mencoba untuk lebih peduli terhadap penampilan.
Banyak pelajaran mengenai detail model rambut, busana, sepatu, aksesoris yang
kudapatkan sampai dengan tren teknik perawatan kulit yang membuatku menjelma menjadi
gadis yang modis dan keren tapi memang mungkin nasibku yang kurang beruntung
sehingga alergi mulai menjelajahi setiap jengkal tubuhku dan bentol-bentol
alias kaligata (urtikaria) datang silih berganti sebagai tamu tak diundang
menyemai rasa panas dan gatal tak terhingga tanpa pernah kuketahui akar
penyebabnya secara jelas, apakah karena makanan, udara dingin ataupun hal
lainnya. Langkah pertama yang kulakukan adalah dengan berkonsultasi ke dokter.
Bolak-balik ke dokter kulakukan sebanyak tiga kali, berbagai resep obat yang
membuatku mengantuk pun kuminum dengan penuh ketaatan, makanan yang berbau amis
(seperti : udang, ikan, telur) tak pernah lagi kusentuh tapi tetap saja
kaligata ini tak mau pergi dari hidupku sehingga kuputuskan untuk mencoba
pengobatan secara tradisional yang kuperoleh dari teman-teman sepermainan yang
dilakukan bersamaan dengan pengobatan dari dokter.Kucoba minum air kelapa muda
hijau 3 kali/hari, minum campuran ramuan temulawak dengan madu, pemijatan dengan
minyak kelapa untuk melancarkan sirkulasi darah, menggosokkan irisan bawang
merah ataupun gel dari lidah buaya ke area yang terkena kaligata sampai dengan
mandi dengan air rebusan daun randu. Kira-kira 6 bulan lamanya aku bergulat
dengan kaligata ini dan rasa putus asa mulai menggerogotiku, bingung mengenai
cara untuk mengatasinya, sampai suatu saat kutuangkan segala keluh kesahku di
media sosial. Sungguh aku tak pernah menyangka bila curhatanku ini mendapat
banyak sekali respon dari teman-teman media sosial yang notabene sebagian besar
tak kukenal sama sekali. Mereka banyak sekali memberikan referensi,
pembelajaran, masukan yang benar-benar membantuku untuk bisa lekas keluar dari
kegalauan hatiku ini. Dari hasil bertukar pikiran dengan mereka yang pernah
mengalami hal yang serupa denganku, referensi ilmu dari berbagai sumber, baik
yang kucari sendiri maupun dari teman-teman media sosial, kuputuskan untuk
mencoba berbagai ramuan tradisional dan salah satunya yang paling manjur
untukku adalah ramuan yang satu ini :
Bahan:
Kulit batang
pule..................... 3 jari tangan
Temulawak sebesar telur
itik... 1 biji
Kunyit sebesar telur
ayam....... 1 biji
Cara meramu:
Cuci bersih semua
bahan, iris tipis temulawak dan kunyit.Rebus bahan dalam 4 gelas air hingga
tersisa 3 gelas.
Aturan pakai:
Minum ramuan obat
tradisional dengan dosis dewasa 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.Minum
ramuan sesudah makan.
Ramuan mujarab ini
kuminum secara teratur selama 4 minggu dan hasilnya sungguh menggembirakan,
yaitu sudah lebih dari 1.5 tahun ini, kaligata tidak pernah menyapaku lagi.
Kisah hidup yang
kualami ini mungkin hanyalah sepenggal dari banyak kisah nyata yang mendapatkan
manfaat dari adanya internet. Hal ini sekaligus memberikan gambaran bahwa selain
memberikan kemudahan mendapatkan berbagai informasi secara lengkap, cepat, luas
dan bervariasi dari berbagai sumber di dunia, internet pun memungkinkan setiap
penggunanya untuk berinteraksi dengan banyak orang, berdiskusi dan membahas suatu
hal. Dengan kata lain, internet telah menjelma menjadi media untuk belajar,
mencari ilmu dan bukanlah mustahil bila seseorang menjadi pakar dalam suatu
bidang tertentu karena ditunjang dengan adanya internet. Ditambah lagi dengan gaya
hidup masyarakat modern yang selalu menuntut serba cepat, serba instan, berbasis
online, maka kebutuhan akan hunian yang memungkinkan penghuninya memperoleh
akses internet maksimal guna mendukung proses belajar dan haus akan informasi
atau biasa disebut Cyberhome, merupakan suatu hal yang sangat mendesak.
Dengan hunian Cyberhome, seperti hunian rumah minimalis di Tamansari Residence dengan jaringan Internet 100 Mbps - 10 Gbps yang berlokasi di Bogor dan ditawarkan oleh Cyber Media Center (CMC),banyak penghematan yang dapat dilakukan, baik penghematan dari segi biaya maupun waktu.Sebut saja, hemat uang yang harus dikeluarkan untuk membeli surat kabar, majalah ataupun buku sebagai media informasi,hemat uang photo copy karena bisa mengulang-ulang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, hemat uang transportasi karena cukup duduk manis di rumah, tepatnya di depan layar laptop, smartphone atau komputer untuk mendapatkan informasi ter-update, hemat biaya tenaga pengajar privat karena dapat berdiskusi dengan teman di dunia mayadan yang paling penting adalah jauh dari stress akibat kemacetan lalu lintas. Bila dengan memiliki fasilitas internet saja banyak sekali keuntungan yang diperoleh, apalagi bila kita bermukim di hunian Cyberhome, pastinya banyak sekali kemudahan dan kenyamanan yang dapat dimanfaatkan sebagai media belajar dalam mendukung proses mencari ilmu dan informasi untuk terus mengembangkan diri ke arah yang lebih baik.
Dengan hunian Cyberhome, seperti hunian rumah minimalis di Tamansari Residence dengan jaringan Internet 100 Mbps - 10 Gbps yang berlokasi di Bogor dan ditawarkan oleh Cyber Media Center (CMC),banyak penghematan yang dapat dilakukan, baik penghematan dari segi biaya maupun waktu.Sebut saja, hemat uang yang harus dikeluarkan untuk membeli surat kabar, majalah ataupun buku sebagai media informasi,hemat uang photo copy karena bisa mengulang-ulang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, hemat uang transportasi karena cukup duduk manis di rumah, tepatnya di depan layar laptop, smartphone atau komputer untuk mendapatkan informasi ter-update, hemat biaya tenaga pengajar privat karena dapat berdiskusi dengan teman di dunia mayadan yang paling penting adalah jauh dari stress akibat kemacetan lalu lintas. Bila dengan memiliki fasilitas internet saja banyak sekali keuntungan yang diperoleh, apalagi bila kita bermukim di hunian Cyberhome, pastinya banyak sekali kemudahan dan kenyamanan yang dapat dimanfaatkan sebagai media belajar dalam mendukung proses mencari ilmu dan informasi untuk terus mengembangkan diri ke arah yang lebih baik.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar