Rabu, 29 Maret 2017

Ibuku, Pahlawanku

Seperti kalanya matahari terbit di pagi hari menandakan datangnya pagi yang cerah
Seperti kalanya bulan dan bintang berpendar menghiasi langit malam yang hitam pekat
Seperti kalanya bunga-bunga bermekaran di musim semi dan jatuh tak bernyawa di musim gugur
Seperti kalanya 4 musim terus berganti dan berputar tanpa henti sepanjang tahun
Seperti itulah perjalanan hidupmu,
Pengabdianmu selalu serupa, tak pernah pudar oleh waktu.


Waktu terus berputar. Tok...tok...tok... Setiap jam, setiap menit dan setiap detiknya berlalu dengan sangat cepat. Entah berapa banyak ujian dan pembelajaran kehidupan yang telah kita hadapi bersama, sampai-sampai banyak orang yang telah mengenal kita dengan baik selalu mengatakan karakteristik kita berdua yang begitu serupa. Tak ada perbedaan sedikitpun. Kita berpikir dengan cara yang sama. Tingkah laku kita cenderung senada. Tanpa komunikasi yang berbelit, kita dapat membaca pikiran masing-masing bahkan seringkali kita mengetahui apa yang diinginkan oleh masing-masing tanpa bertanya.

Kehidupan dengan segala warnanya terus berjalan. Kadang kebahagiaan datang menghampiri, kadang badai kehidupan pun tak pernah absen menyapa. Tapi rupanya keserupaan karakteristik kita pun tak mampu untuk menyelami perasaan terdalam kami masing-masing. Banyak kali perkataanku melukai perasaanmu, banyak kali keegoisanmu yang menurutmu demi kebaikanku itu membuatku lumpuh tak berdaya atau pun aku yang tak menghargai hasil jerih payahmu yang begitu kaubanggakan. Berapa kali aku berusaha menanamkan kebencian pada otakku ini tapi pada kenyataannya aku terpaksa menerima kekalahanku dengan kembali lagi padamu karena hanyalah kau yang ada untukku. Oleh karenanya... maafkanlah setiap kata yang terucap dari bibirku yang tanpa sengaja melukai hatimu. Maafkanlah jika aku hanya datang di saat kesedihan menderaku dan ku tak pernah ada di saat kesedihan menghampirimu. Maafkanlah jika kau selalu menjadi tamu tak diundang di saat-saat kegembiraan mendekatiku. Rasa bersalahku selama ini... tak akan mampu kulukiskan dengan kata-kata. Kupercaya kau akan selalu memberikan maaf itu walau tanpa permintaan sekalipun.

Kenyataan di atas membuatku tersadar 100% bila sepanjang aku hidup, aku tak mengenal pahlawan lain selain kau, ibuku. Ibuku bukan hanya orang yang telah melahirkan, membesarkan, memberikan sandang, pangan, papan, pendidikan dan ilmu pengetahuan semata tapi merupakan diary/buku harian berjalan yang merangkum pahit manisnya kehidupanku mulai dari aku baru dilahirkan sampai aku dewasa seperti sekarang ini. Ibuku adalah orang yang selalu percaya 100% dengan apa yang kulakukan tanpa pernah bertanya mengapa aku melakukan sesuatu hal. Ibuku adalah orang yang selalu mendukung setiap langkahku dari belakang walau aku tak pernah memintanya. Ketika aku mengalami kekerasan di rumah karena keributan dari pihak keluarga besar ayahku, ibuku yang melindungi aku dan kakakku dari amukan kekerasan yang dialamatkan kepada kami. Ibuku adalah orang yang dapat melakukan banyak peran di samping perannya sebagai ibu rumah tangga. Seringkali ibuku berperan sebagai pria di rumah ketika ayahku sedang pergi bekerja. Ibuku yang memperbaiki pagar, meng-aquaproof atap rumah yang bocor, men-tune up dan mengganti oli mobil ke bengkel, memasang paku ke dinding dengan bor, mengganti bohlam lampu dengan tangga dan berbagai pekerjaan lainnya yang umumnya dikerjakan oleh seorang pria. Ajarannya mengenai pentingnya berkarier bagi seorang wanita sampai dengan usahanya memberikan pelatihan kepada karyawannya agar memiliki penghasilan tambahan sangat menginspirasi diriku untuk menjadi wanita mandiri yang tak pernah menggantungkan hidupku pada belas kasihan orang lain. Kutahu dengan pasti, banyak kali pula usaha dan uang tabungan ibuku ditipu oleh orang lain tapi prinsip hidupnya tentang berbagi tak pernah luntur dari dirinya. Di mataku, sosok ibuku memang membanggakan, sosok keibuan, pekerja keras, tidak manja, mandiri, murah hati dan bertanggung jawab. Beliau bukan hanya telah melahirkanku, mengajarkanku, membimbingku, menasihatiku saja tetapi selalu menyadarkanku ketika aku berusaha menipu diriku sendiri dengan segala alasan yang kureka guna mempercantik kenyataan yang semu.

Setiap malam ketika mimpi belumlah dating menyapa, kuselalu berterima kasih pada Tuhan karena nasibku yang begitu baik hingga kudapat hidup dengan salah satu wanita yang begitu hebat. Setiap langkah dan perbuatanmu sangat menginspirasi hidupku untuk menjadi menjadi lebih baik, lebih kuat dan selalu bangkit dari beribu-ribu kegagalan yang menghantam. Kaulah alasan no. 1 mengapa aku ingin selalu hidup di dunia ini. Tanpa bisa kusangkal aku merindukan segalanya tentangmu.

Kurindu kau ketika kau mentertawai tingkah bodohku
Kurindu kau ketika menatapku dengan senyuman
Kurindu kau ketika memelukku dengan hangat
Kurindu kau ketika membuatkanku masakan yang begitu lezat
Kurindu kau berteriak dengan lantang menyebut namaku dan terus saja menasihatiku

Tidak ada kata-kata dan bahasa manapun yang mampu menggambarkan perasaan cinta terdalam yang kumiliki. Tidak ada satu warna pun yang mampu melukiskan indahnya perasaan hati ini. Tidak ada sedikitpun penyangkalan bila kau adalah pahlawan dalam hidupku yang selalu melindungiku di manapun dan kapanpun. Di setiap detak jantungku, aku akan mencintaimu lebih daripada hari ini dan cintaku padamu esok hari akan selalu lebih besar daripada hari sebelumnya. Love You, Mom.

Indahnya matamu
Senyummu yang memikat
Genggaman tanganmu yang erat
Pelukanmu yang menenangkan
Kurindukan itu semua
Dan akan selalu terukir di dalam hatiku.


Untuk membalas besarnya kasih sayang ibuku, malaikat tanpa sayap yang selalu mencintaiku, hanyalah beberapa hal sederhana yang bisa kulakukan untuknya, yaitu doa, menemani, menghibur, merawat dan memberikan sebuah hadiah kecil untuk menunjukkan rasa terima kasih dan baktiku padanya. Dari sekian banyak pilihan hadiah, seperti peralatan masak, fashion, beauty health, perlengkapan tidur, barang-barang elektronik, aku lebih memilih memberikan ibuku voucher Mokado Restoran dari Elevania. Selain banyak promo potongan harga yang membuat dompet tetap tebal dan banyak varian menu yang bisa dipilih, voucher Mokado Restoran ini pun sangat praktis dalam memberikan kejutan untuk orang terkasih karena hadiah dikirim secara mobile sehingga ibuku memiliki keleluasaan dalam memilih waktu, tempat dan siapa yang akan diajaknya untuk menikmati voucher Mokado Restoran tersebut. Rasanya aku akan membelikan voucher Mokado Restoran untuk 10 – 15 orang agar ibuku bisa merayakan hadiah ini bersama ayahku dan teman-temannya, sambil reunian, pasti seru bukan ?! Contoh voucher Mokado Restoran yang akan kuberikan adalah voucher Mokado seperti di bawah ini, selain karena ibuku sangat menyukai chinnese food, juga promonya gila banget, potongan harganya 50% :



                                           Voucher Mokado Ricebowl


Oh ya, kemudahan penggunaan voucher Mokado Restoran ini sejalan dengan kemudahan pembelian dan pembayarannya karena pilihan pembayarannya sangat lengkap, bisa melalui melalui ATM, internet banking, Indomaret dan masih banyak lagi cara pembayaran yang bisa dipilih. Jadi tidak ada kata ribet ketika belanja voucher Mokado di Elevania.  Hanya di Elevania, kita bisa belanja cerdas, hemat dan mudah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar